Minggu, 03 Januari 2010

Indikasi dan Kontraindikasi Hormon Estrogen dan Progesteron

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Indonesia menghadapi masalah dengan jumlah kualitas sumber daya manusia dengan kelahiran 5.000.000/tahun. Untuk dapat mengangkat derajat kehidupan bangsa telah dilaksanakan secara bersamaan pembangunan ekonomi dan keluarga berencana yang merupakan sisi masing-masing mata uang. Bila gerakan keluarga berencana tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan ekonomi dikhawatirkan hasil pembangunan tidak berarti.

Keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerapkan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada zero population growth (pertumbuhan seimbang).


B. Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang kami angkat yaitu apa saja informasi tentang obat-obatan yang mengandung hormon estrogen dan progesteron termasuk indikasi dan kontraindikasinya.


C. Tujuan


1. Tujuan Umum

Makalah ini dibuat sebagai pedoman atau acuan kami untuk mengaplikasikan teori yang di dapat dalam memberikan promosi kesehatan terhadap pasien.

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui definisi hormon estrogen dan progesteron

b. Mengetahui jenis dan kegunaan hormon estrogen dan progsteron

c. Mengetahui indikasi dan kontraindikasi hormon estrogen dan progesteron

d. Mengetahui mekanisme kerja hormon estrogen dan progesteron dalm tubuh

e. Mengetahui terapi alam yang memiliki efek sejenis


D. Manfaat


1. Bagi Mahasiswa

Penulisan makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga kelak dapat memberikan pelayanan dalam bidang kefarmasian secara aman dan tepat.

2. Bagi para bidan

Penulisan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan pengobatan yang aman dan tepat. sehingga senantiasa dapat memberikan pelayanan dalam bidang kefarmasian secara aman dan tepat.




BAB II

ISI


A. Definisi


Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. (Sarwono Prawirohardjo, ilmu kandungan)

Hormon progesteron adalah hormon seks wanita yang essensial bagi kehidupan normal dan untuk mempertahankan kehamilan, yang di produksi oleh korpus luteum dan plasenta. (Denise Tiran, kamus saku bidan)


B. Jenis dan Kegunaan


1. Estrogen oral

2. Estrogen transdermal

3. Progestin oral

4. Progestin Vaginal

5. Kombinasi estrogen dan progesterin oral pada pemakaian kontinu

6. Kombinasi estrogen dan progesterin oral pada pemakaian siklik

7. Kombinasi estrogen dan progesterin transdermal

8. Kombinasi estrogen dan androgen


C. Indikasi dan Kontraindikasi


1. Estrogen

• Indikasi

a. Kontrasepsi

b. Vaginitis atrofik

c. Osteoporosis

d. Penyakit kardiovaskuler yang terkait menopause

e. Perdarahan menstruasi hemoragik

f. Kegagalan perkembangan ovarium

g. Hirsutisme

h. Kanker prostate

• Kontraindikasi

a. Kehamilan teratogenik

b. Neoplasma yang tergantung estrogen

c. Perdarahan pervaginam

d. Kerusakan hati

e. Kelainan tromboembolik

• Efek Samping

a. Nausea (memburuk pada waktu pagi, kemudian terjadi toleransi)

b. nyeri tekan payudara dan edema

c. ginekomastia

d. (Peran estrogen dalam mengubah risiko penyakit kardiovaskuler belum jelas)


2. Progesteron

• Indikasi

a. Kontrasepsi

b. Perdarahan menstruasi hemoragik/ tidak teratur

c. Karsinoma endometrium

d. Hipoventilasi

• Kontraindikasi

Meningioma.

• Efek samping

a. Maskulinisasi pada penggunaan lama

b. Toksisitas minimal.


D. Mekanisme Kerja


1. Estrogen

• Mekanisme

1. Menginduksi sintesis protein spesifik melalui reseptor intrasel

2. Menekan efek androgen

• Farmakokinetik

Sebagian besar estrogen diabsorpsi dengan baik secara oral. Estrogen cenderung cepat didegradasi oleh hati selama lintasan pertama dari saluran cerna. Metabolitnya adalah glukororonida dan konjugat sulfide yaitu estradiol, estron dan estriol.


2. Progesteron

• Mekanisme

a. Menginduksi sintesis protein spesifik melalui

b. Reseptor intrasel

• Farmakokinetik

Dimetabolisme oleh hati menjadi glukoronida atau konjugat sulfat. Sebagian besar dosis awal cepat didegradasi oleh metabolisme lintasan pertama, sehingga progesterone tidak mencapai jaringan bila diberikan secara oral. Progestin sintetis sebaliknya tidak rentan terhadap metabolisme lintasan pertama sehingga dapat diberikan secara oral.


E. Terapi Alam yang Memiliki Efek Sejenis


a. Tempe

Mengandung Estrogen.




BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan


Hormon estrogen adalah hormon steroid seks dengan 18 atom C dan dibentuk terutama dari 17-ketosteroid androstenedion. Sedangkan Hormon progesteron adalah hormon seks wanita yang essensial bagi kehidupan normal dan untuk mempertahankan kehamilan, yang di produksi oleh korpus luteum dan plasenta.

Indikasi estrogen yaitu Kontrasepsi, Vaginitis atrofik, Osteoporosis, Penyakit kardiovaskuler yang terkait menopause, Perdarahan menstruasi hemoragik, Kegagalan perkembangan ovarium, Hirsutisme dan Kanker prostate. Sedangkan indikasi progesteron yaitu Kontrasepsi, Perdarahan menstruasi hemoragik/ tidak teratur, Karsinoma endometriumdan Hipoventilasi.

Kontraindikasi estrogen yaitu Kehamilan teratogenik, Neoplasma yang tergantung estrogen, Perdarahan pervaginam, Kerusakan hati dan Kelainan tromboembolik. Sedangkan kontraindiksi progesteron yaitu Meningioma.


B. Saran

Sebagai seorang bidan wajib mengetahui indikasi dan kontraindikasi estrogen dan progesteron agar pemberian terapi tepat guna. Sehingga bidan dapat menjelaskan bagaimana cara kerja dan efek samping dari obat-obatan yang mengandung hormon estrogen an progesteron.




DAFTAR PUSTAKA


1. http://en.wikipedia.org/wiki. diakses tanggal 21 Desember 2009

2. ISO INDONESIA. Juli 2009. Jakarta : PT. ISFI Penerbitan

3. Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kandungan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.

4. Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar